Trisemester Pertama Bagian Pertama

Alhamdulillah, 3 bulan yang lalu, aku dan suami mendapat amanah anak yang dititipkan pada rahimku. Ini merupakan anugerah yang indah, dimana tidak semua pasangan dikaruniai anak dalam waktu yang segera. Saat itu, kami masih melakukan adaptasi atas hadirnya janin di rahimku. Aku, jelas sekali, mengalami beberapa beberapa perubahan dalam tubuhku secara keseluruhan. Suami pun juga begitu. Dia berusaha mengerti keadaan istrinya yang sedang berbadan dua. Pernah, dia sendiri yang tiba-tiba mengalami mual, dan hampir muntah, sedangkan kalau suami sedang mual, aku biasa saja, mualku hilang… ^^

Yap, seperti yang lainnya, aku juga mengalami mual dan muntah. Pada awalnya kukira hanya masuk angin biasa, karena beberapa kali “motoran” bolak balik Indramayu-Karangampel. Oleh karena itu, aku beraktivitas seperti biasa, bahkan sempat main futsal dan jalan santai pada HUT PGRI November 2015 lalu ^^. Setelah main futsal, badanku sering merasa cepat capek dan lemas. Masih, kukira aku hanya kelelahan.

Namun, aku mulai waspada sebab aku belum datang bulan untuk November ini. Aku sampaikan hal ini pada suamiku. Akhirnya kami berusaha agar lebih berhati-hati lagi menjaga kesehatanku. Aku tidak diperbolehkan mengendarai motor dari Indramayu-Karangampel, dan makananku pun dijaga. Suami sempet memintaku untuk minum susu untuk persiapan kehamilan, namun karena aku benci susu dari dulu, tentu aku menolaknya.. Aku bertanya dan browsing alternatif pengganti susu, saking menghindari untuk minum susu. Obat atau zat kimia yang masuk ke tubuhku juga dijaga.

Akhirnya kami melakukan testpack. Sempet kami menunda untuk melakukan testpack, sampai menunggu 2 minggu telat hari pertama haidku yang biasa (berdasarkan informasi yang diperoleh dari internet). Akhirnya karena tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuhku, akupun meminta suami untuk membeli testpack. Dini hari, tanpa membangunkan suami, aku melakukan testpack itu sendiri. Dan alhamdulillah, ada dua garis merah terlihat di alat tersebut. Walaupun sudah menduga apa terjadi pada tubuhku, tetap aku sangat senang dengan hasil ini. Akan ada calon manusia di dalam rahimku. Aku akan jadi seorang ibu. Aku tinggalkan alat itu di kamar mandi, biar suamiku lihat sendiri hasilnya nanti Subuh. Sebelum Subuh, suami bangun dan mengambil air wudhu, namun langsung keluar dari kamar mandi, dan menanyakan ini apa *menunjukkan testpacknya*.. Aku cuma cengar-cengir saja, sambil minta suami untuk membaca sendiri keterangan di kemasan testpacknya. Suami membaca keterangan di kemasan, diam sejenak, mungkin sedang berpikir, lalu setelah sadar, langsung sujud syukur. Aku juga mengikutinya sujud syukur di belakangnya.

 

4 thoughts on “Trisemester Pertama Bagian Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s