lihatlah (sebuah renungan)

Dulu aku mungkin tidak mengerti… Aku anak perempuan yang lebih banyak tinggal berdua di rumah bersama ibu, yang mengisi hari-hari kami dengan banyak cerita… Sering aku membantah, mengabaikan, dan mendebat beliau… Sering beliau mengkomplain diriku, dan kalau beliau sudah bilang,”Terserah Lia aja…” tanpa diikuti kata-kata apapun, artinya beliau sudah capek denganku. Dan kalau sudah begitu, aku cuma bisa memeluk beliau, karena sekedar kata “Maaf” sudah tidak bernilai lagi.
Beliau cerewet dan rewel, tapi aku tahu pasti itu untuk kebaikanku. Ketika aku menikah dan ikut dengan suami nanti, mungkin “kecerewetan” dan “kerewelan” nya itulah yang kurindukan, karena hal tersebut menunjukkan beliau masih sayang dan peduli denganku.

Sayangilah ibu, dan juga bapakmu, khususnya ketika beliau masih ada… Dan doakanlah ketika mereka sudah ada tenang di sisi-Nya.

renungan dan kisah inspiratif

“disaat mamahmu tidur lelap coba kamu pandangi dia dalam-dalam,bayangkan jika matanya takkan terbuka selamanya,tanggannya tak mampu untuk menghapus air matamu,tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kamu abaikan,bayangkan apabila mamahmu sudah tiada,apakah kamu sudah mampu membahagiakannya yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu,memenuhi kehendakmu,apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya”

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s