Wahai Ibu, Jangan Malas…

inspiratif ^^b

I love life, life loves me.

Sebenarnya ini juga untuk para ayah dan orang dewasa pada umumnya yang berkehendak membentuk sebuah keluarga.

***

Tadi pagi aku kepikiran tentang tumpahan air di teras rumah, air sisa menyiram tanaman. Air itu secara nyata tidak ada, karena aku mengurusi tanaman-tanaman itu kemarin, bukan pagi tadi. Kemarin aku ditinggal sendirian menjaga rumah karena semua orang pergi ke luar kota, jadinya aku membayangkan kalau kemarin itu aku berkebun dengan adikku, Balya (dia sudah kelas 1 SD sekarang ^^). Aku membayangkan bagaimana kami akan heboh dengan urusan yang basah ini karena dia suka air dan terkadang, tidak mau dikasih tahu bagaimana sebaiknya menuangkan air ke tanaman, kalau yang disiram itu di tanahnya, bukan daun-daunnya.

Dalam situasi serupa di atas, aku tahu akan ada sebagian orangtua atau orang dewasa yang lebih memilih menjauhkan anak-anak kecilnya dari aktivitas semacam itu. Mereka berpikir, anak-anak itu, bukannya membantu, tetapi malah membuat rusuh. Bukannya membantu menyirami tanaman…

View original post 1,180 more words

2 thoughts on “Wahai Ibu, Jangan Malas…

  1. loh kemarin udah komentar padahal dimari, tapi kok gak ada. ibu2 itu super, semua bisa dilakuin, beda ama posisi ayah. makanya ibu2 gak boleh malas, dan ayah mesti bisa bantu kerjaan ibu

  2. iya, setuju sekali dengan pendapat saudara @rusydi
    Ayah-ibu harus saling membantu misal dalam pengasuhan anak… peran ayah tidak kalah penting dengan peran ibu dalam mengasuh anak-anak mereka🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s