Review Buku “Udah Putusin Aja”

Judul Buku: Udah Putusin Aja!

Pengarang: Felix Y. Siauw

Penerbit: PT Mizan Pustaka

Jumlah halaman: 180 halaman

Cetakan: Februari 2013

Harga: Rp 59.000,00

IMG-20130314-00194

Warna-pink mencolok dan desain cover yang unik… :)

Orang biasanya akan menganilisis dari penampakan luar buku (kalau di toko buku kan masih segel plastik yaa): buku ini akan banyak berisi gambar lucu (emang!) dan tulisannya besar-besar, jadi apa yang akan disampaikan sedikit…….Hey, coba dibaca dulu deh… Buku ini isinya sangat menarik..

Kalau aku tidak follow akun twitter di penulis (@felixsiauw) dan tidak membaca tweet-tweet beliau, sepertinya aku tidak akan membeli buku ini, soalnya dari cover dan judulnya remaja banget (aku ngaku nih bukan remaja lagi.. tapi remaji, sami mawon ding, hehe). Ini ustad nyentrik banget namanya, pikirku. Banyak teman yang retweet tweetnya, jadinya kan penasaran. Kicauan ustad ini emang berani langsung tembak aja tapi disampaikan dengan permainan kata yang pas, jadi orang-orang yang baca tentu akan diajak berpikir, masuk akal juga ya logika ustad ini. Ternyata beliau ini seorang mualaf, itulah yang kadang membuat aku tertampar. Seorang mualaf saja pemahaman agamanya lebih baik dibanding aku yang sudah beragama Islam sejak lahir, ckckckck. Kadang ustad kebanyakan penyampaiannya terlalu kaku, bikin ngantuk, dan terlalu gaib. Maksudnya misal kita disuruh berbuat baik, ganjarannya adalah surga. Jaman sekarang yang serba matrialistis (bilangnya mah harus realistis, real! Nyata! ), surga itu seakan-akan hanya awang-awang, di mulut saja, tanpa bisa dirasakan panca indera (ga bisa dilihat, dirasakan, dll). Kalimat-kalimat seperti itu akan sulit sekali mengena di hati para jamaah. Awalnya tobat dan ngangguk-ngangguk, tapi pulang dari pengajian, kembali lagi ke tabiat asal. Yah enggak semuanya sih, tapi yang aku liat kebanyakan sih gitu..hihi (aku masuk kali ya… istighfar =___=)

Buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan, tapi bidik utamanya sih orang-orang yang pacaran. Pemaparannya sistematis dan diberi visualisasi yang menarik hampir di sepanjang isi buku, makanya buku ini agak sedikit tebal dan berat (karena kertas yang dipakai). Tapi dijamin tidak akan bosan membacanya, malahan suka tertawa sendiri di banyak part.

Baca deh perkalimatnya dengan hati-hati dan resapi, karena kata-kata yang digunakan sudah dipilih, jadi kayak pantun gitu.. aku termasuk pembaca cepat, jadi pas pertama kali baca, dalam kurang lebih 2 jam saja sudah selesai baca, yah jadi tahu isi buku ini secara umum. Terus beberapa hari kemudian, aku baca lagi dari awal perkalimat mengikuti alurnya, terasa banget bagaimana logika kita digiring oleh si penulis. Beda rasanya dengan pertama kali baca, yang mungkin hanya tertarik secara fisik (gambarnya lucu dan warna warni, dsb). Tentu saja aku merasakan manfaat buku ini setelah baca untuk yang kedua kalinya dong. Kalau khawatir akan banyak ayat-ayat dan istilah pake bahasa arab, jangan cemaaas… Emang ada ayat-ayatnyalah, kan ustadnya enggak asal nulis, tapi cuma dikit jadi dibaca dan diresapi yah… Istilah bahasa arabnya pun juga ada penjelasannya dan disertai gambar pula, jadi insya Allah enggak akan bingung..

Aku merasa sudah sangat kuat matrialisme ini mengakar dalam pemikiran kita. Aku khawatir apakah pesan dari buku ini akan tersampaikan, namun kita semua harus berusaha. Seharusnya berdasarkan fakta-fakta yang ada (di buku juga disampaikan), pacaran ala remaja ababil ini bukan jadi jalan hidup yang harus ditempuh remaja, istilah psikologinya, pacaran tidak termasuk dalam tugas perkembangan. Waktu di kuliah, pembahasan mengenai pacaran (dating) berjalan seru. Di kelas akhirnya terbentuklah dua kubu besar yang ngotot, pertama yang setuju bahwa pacaran (dating) harus dijalani oleh remaja, dan yang kubu satunya tidak, dan kesimpulan dari kuliah saat itu adalah pacaran (dating) tidak harus dilakukan oleh seorang remaja. Remaja tidak akan terganggu perkembangannya, khususnya yang berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis, walaupun dia tidak melakukan pacaran (dating). Tuh, secara psikologi aja gitu, jadi enggak usah pada ngotot ya pacaran itu wajib bagi remaja, bahkan pake mencurigai remaja yang tidak pacaran ada kelainan, yaitu sukanya sama sesama jenis, ckckckck. Jadi kelihatan banget tuh mana yang berilmu mana yang enggak. Yang ngerti ngalah, okey? Sambil terus menyerukan kebenaran tentunya.

Ini buku recommended banget, banget, banget….. Khususnya bagi wanita… Penasaran? Baca sendiri deh… hehe :D

Rekomendasi: gold stargold stargold stargold stargold star

2 thoughts on “Review Buku “Udah Putusin Aja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s